Sistem PBL atau dikenal dengan Problem-Based Learning sekarang sedang giat-giatnya dicanangkan di perguruan-perguruan tinggi di Indonesia, terutama untuk fakultas kedokteran. Fakultas Kedokteran UGM (Universitas Gadjah Mada) contohnya yang menerapkan sistem ini dalam bentuk tutorial (suatu kelompok kecil 10-12 orang) dengan menggunakan sistem 7 jump dalam skema/sitematis diskusi kasus/problem.
Kelebihan PBL ini adalah mahasiswa menjadi aktif dan giat dalam studi-mandiri maupun dalam berdiskusi, sehingga tidak merepotkan para dosen/tutor (pembimbing dalam tutorial), karena sistem konvensional/tradisional yang menerapkan teacher-centered telah berubah menjadi student-centered. Selain itu dengan diberikan problem/masalah ini, mahasiswa diajak untuk mencari literatur secara mandiri dan efektif, sehingga tanpa disuruh pun mahasiswa harus giat aktif dalam berkontribusi demi memecahkan masalah yang dihadapi oleh kelompok tutorial.
Kerjasama sangat dibutuhkan dalam penerapan PBL ini. Meskipun kelemahannya adalah menghabiskan biaya banyak (pembuatan fasilitas ruangan yg banyak) serta sumber daya manusia ahli yang banyak (tutor).
Jumat, 28 Agustus 2009
Sistem Problem-Based Learning
Sabtu, 03 November 2007
Malaysia, what's wrong with us?
Kamis, 11 Oktober 2007
Good Bye My Bro...
Jefferson had gone... Wait the minute, I mean Jefferson had gone to Japan. Well, Jeff if you read this it mean that you had received my email. Good bye Jeff.... from Kak Vica, Josh, and me.
Article :
Jefferson, my brother, pergi dari rumah ke tujuan utamanya, Jepang, untuk belajar di PTU (Polytechnic University) deket Tokyo (enak dong...). Dengan berbekal baju dan barang serta kecupan mama dan papa, Jefferson pergi terakhir kalinya dari bandara Soekarno-Hatta dengan pesawat JAL (Japan Airlines) pada bulan September yang lalu. Dengan kedua temannya yang baik dan ramah, Iqbal dan Ilham, menemaninya di pesawat hingga sampai tujuan. Senior-seniornya yang ramah dan juga baik membantunya ketika sampai di Dormitory (Terima kasih ya....). Hingga kesalahpahaman antara papa dan Jefferson mengenai email yang gak dibalas-balas. Mengingat kenangan yang sangat mengharukan, mulai dari berantem setiap hari, rebutan remote tv, hina-hinaan, hingga saling ngisengin, sangat diingat oleh penulis (Jonathan Hasian) dan sepupunya, Kak Vica. Juga kamar Jefferson yang ditinggalkan pasti sangat dirindukan sekarang, karena sedang dipakai oleh penulis untuk tidur dan belajar (hehehe... kacian deh lu Jeff). Juga berbagai kenangan manis lainnya. Anehnya meskipun Jefferson yang sifatnya diam dan kadang mengesalkan, malah menjadi yang paling diingat dan dirindukan semua orang (Oohhhh....). Dan akhirnya Jeff pergi juga ke negeri yang diidam-idamkannya sejak 5 tahun, sejak Jefferson berjanji pada mama akan pergi jauh dari mama (itu kan masa lalu). Pesan penulis : Jeff jangan lupain keluarga ya.....!!!! We love u.... (horray...!!!! akhirnya kamar Jeff buat gw...) Good Bye My Bro !
...by Jonathan Hasian Haposan
Vission :
Mengenalkan pada semua orang tentang blog staying.com
Introducing to all people about blog staying.com
Menghadirkan suasana gembira dan rasa nyaman sehingga orang lebih 'staying'
Giving happy and comfortable feeling so people feel more 'staying'
Biography :
Name of Blogger : Jonathan Hasian Haposan
Date of Birth : July, 25th 1991
Job : Student - Programmer - Artist
High School : Canisius College of High School, Jakarta - Indonesia
Hobby : programming, watching nature
School Medicine Faculty in Universitas Gadjah Mada (UGM), Jogjakarta (NUS)

